MotoGP

Perbedaan Moto2 Dan MotoGP, Ini Penjelasan Dari Alex Marquez

MotoGP | Sepakbola.id – Alex Marquez rider debutan dari kelas Moto2 ke MotoGP musim 2020 ini. Dia menuturkan ada perbedaan yang mencolok ketika dia tampil di kelas MotoGp. Hal ini menjadi tugas yang masih belum terselesaikan baginya. Sebagaimana diketahui, Alex memang menjadi pembalap yang direkrut oleh manajemen Tim Honda sebagai pembalap mereka di MotoGP 2020. Alex dipilih sebagai pengganti Jorge Lorenzo yang memutuskan pensiun pada akhir musim lalu.

Kiprah Alex bersama Tim Honda sendiri memang sempat diawali dengan performa kurang meyakinkan. Bahkan juara dunia Moto2 2019 tersebut sempat kesulitan untuk bisa meraih podium di MotoGP musim ini.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Alex pun berhasil menunjukkan performa yang mengesankan bersama Tim Honda. Bahkan, pembalap berusia 24 tahun tersebut mampu mengklaim dua podium kedua ketika tampil di MotoGP Prancis dan Aragon 2020.

Kondisi tersebut pun lantas membuat nama Alex menjadi salah satu pembalap yang cukup diunggulkan untuk bisa terlibat dalam persaingan jadi juara dunia MotoGP 2021. Meski pada MotoGP 2021, status Alex bakal berubah dari pembalap pabrikan menjadi rider tim satelit.

Ya, Alex sendiri memang dipastikan bakal ‘turun kasta’ dengan membela Tim LCR Honda di MotoGP 2021. Hal tersebut terjadi setelah manajemen Tim Honda memilih untuk merekrut Pol Espargaro sebagai penggantinya di tim pabrikan.

Alex pun lantas membeberkan apa perbedaaan yang dirasakannya ketika tampil di MotoGP dengan Moto2. El Pistolero –julukan Alex– mengaku lebih banyak mendapatkan tugas sejak tampil di MotoGP ketimbang kala masih mengaspal di Moto2.

“Segalanya berbeda. Kehidupan di paddock juga sangat berbeda. Ada banyak tugas di MotoGP. Anda harus bekerja keras di garasi. Anda harus pelajari data dan informasi yang ada. Sungguh gila,” jelas Alex, sebagaimana dikutip dari Marca, Jumat (18/12/2020).

“Anda harus memilah aspek mana yang penting. Kalau melihat semuanya, Anda bisa kehilangan pikiran Anda. Anda harus paham cara menghadapi pekan balap. Anda harus coba semua ban dan tahu cara menyesuaikan motor. Elektroniknya juga sulit dipelajari,” lanjutnya.

“Dalam balapan, Anda juga harus mengubah map, dan Anda harus tahu caranya. Tapi saya suka, karena saya suka menghabiskan banyak waktu dengan tim. Debut saya pun sangat positif. Tim membantu saya belajar lebih mudah,” tuntas pembalap berusia 24 tahun itu.

Dovizioso Sebut Pamor MotoGP Turun Jika Valentino Rossi Pensiun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *