Berita MotoGP – Kecelakaan mengerikan terjadi di MotoGP Autria 2020, tabrakan antara Franco Morbidelli dan Johann Zarco menyebabkan motor keduanya hancur berkeping – keping. Meskipun keduanya adalah rider tim satelit namun harga kedua motor tersebut tidaklah murah.

Motor MotoGP yang tidak diproduksi massal ini memiliki harga yang cukup mahal. Miliaran rupiah digelontorkan tim satelit yang ingin mengikuti balapan MotoGP untuk pakai motor yang disediakan pabrikan.

Mengutip The Race, salah satu bos tim satelit teratas di MotoGP yang tidak disebutkan namanya membeberkan biaya yang mereka habiskan untuk menyewa motor MotoGP selama semusim. Memang, tidak ada biaya pasti yang harus dikeluarkan tim untuk setiap musim, karena ada faktor-faktor seperti motor itu sendiri, suku cadang, hingga gaji pebalap.

Namun, dengan semua biaya yang digabungkan, bos tim satelit yang diwawancarai The Race mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan uang minimal 10 juta euro (Rp 176 miliar) untuk menjalankan sebuah tim MotoGP. Beberapa di antaranya ada yang sampai menghabiskan 15 juta euro (Rp 264 miliar).

Salah satu biaya terbesar yang dikeluarkan tim satelit adalah biaya untuk menyewa motor dari pabrik. Harganya antara 2 juta euro (Rp 35 miliar) untuk menyewa motor pabrikan yang dipakai musim sebelumnya hingga 4 juta euro (Rp 70 miliar) untuk menyewa motor dengan spek yang sama dengan motor tim pabrikan di musim itu. Ya, kini tim satelit di MotoGP dibolehkan menggunakan motor dengan spesifikasi yang sama dengan motor tim pabrikan.

Seorang bos tim yang tak disebutkan namanya mengatakan dia dengan senang hati membayar harga mahal tersebut. Sebab, sponsor yang terikat juga akan banyak terlihat di layar TV saat balapan berlangsung karena motor cukup kompetitif.

“Aturan teknis telah sangat membantu kami karena beberapa tahun lalu kami mungkin mengeluarkan lebih sedikit (biaya) tetapi kami mendapat imbalan yang jauh lebih sedikit,” kata bos tim yang tidak disebutkan namanya itu. “Tidak mungkin bertarung untuk lima besar–bahkan berada di 10 besar bisa menjadi fatamorgana bagi kami.”

“Kami menghabiskan cukup banyak uang dan kami mendapat bantuan bagus dari Dorna sebagai imbalan, tapi kami bisa bersaing melawan semua orang sekarang dan kami bisa memastikan semua orang melihat kami.”

Lihat Ini Kondisi Motor Morbidelli Setelah Kecelakaan Parah Di MotoGP Austria Kemarin

Mengutip laman Box Repsol, motor MotoGP pabrikan biasanya menghabiskan biaya hingga 3 juta euro (Rp 52 miliar). Tingginya biaya yang dibutuhkan karena beberapa komponen motor MotoGP juga terbilang mahal. Perangkat elektroniknya saja membutuhkan biaya 100.000 euro (Rp 1,7 miliar).

Remnya juga mahal. FIM membatasi harga rem depan motor MotoGP maksimal 70.000 euro (Rp 1,2 miliar) belum termasuk pajak. Harga itu sudah termasuk tiga pasang kaliper rem, 10 cakram karbon dan 28 kampas rem.

Tentunya, jika motor itu kecelakaan maka harga mahal harus dibayar tim. Kecelakaan kecil yang hanya merusak salah satu sisinya memerlukan biaya antara 15.000 euro sampai 20.000 euro (Rp 264 juta-Rp 352 juta). Itu untuk memperbaiki fairing, tuas-tuas, rem belakang, atau perangkat lain yang mungkin rusak.

Saat motor hancur karena kecelakaan parah, maka perlu biaya 100.000 euro (Rp 1,7 miliar). itu untuk memperbaiki ban, cakram rem, suspensi, radiator, dan sensor. Jika ada kerusakan pada swingarm, sasis, elektronik internal, tangki bahan bakar, atau mesin, perbaikan bisa mencapai 500.000 euro (Rp 8,8 miliar).

Kecelakaan Di MotoGP Austria, Jihan Zarco Masuk Meja Operasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here