Berita MotoGP – Posisi klasemen sementara MotoGP 2020 puncak bergeser, Andrea dovizioso berhasil menggeser Fabio Quartararo Dari Puncak klasemen. Namun rider muda tersebut tak peduli dengan peluang menjadi juara dunia.

Setelah menang dalam dua balapan perdana MotoGP di Jerez musim ini, Quartararo semakin kesulitan menjaga performanya. Posisi finisnya perlahan semakin melorot dari satu seri ke seri berikutnya.

Mulai dari finis ketujuh di MotoGP Ceko, kedelapan di MotoGP Austria, ke-13 di MotoGP Styria, dan yang terbaru gagal finis di MotoGP San Marino, Minggu (13/9/2020).

Dalam balapan di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano, Quartararo dua kali mengalami crash, sebelum akhirnya tak bisa melanjutkan lomba. Ia bahkan sempat masuk ke pit di lap ke-18 untuk mengecek kondisi motornya.

Dengan hasil itu, perolehan poinnya berhasil disalip oleh Dovizioso. Rider Ducati itu kini sudah mengumpulkan 76 poin, sedangkan Quartararo tertahan di 70 poin.

Merosotnya penampilan Quartararo diyakini karena ia tertekan untuk menjaga posisinya di puncak klasemen, hingga akhirnya performa rider Petronas Yamaha SRT itu jadi tak maksimal. Namun ia membantahnya.

“Banyak orang berpikir saya tertekan karena saya sedang berada di posisi teratas, tapi saya tak peduli dengan hal itu. Tujuan utama saya datang ke Misano adalah ingin membalap secepat mungkin agar bisa bersaing meraih kemenangan,” kata Quartararo, dikutip Crash.

“Ini baru tahun kedua saya dan saya masih 21 tahun. Tentu saya mau menjadi juara dunia, tapi sekarang tak ada tekanan untuk memikirkan hal tersebut,” sambungnya.

Soal balapan yang berjalan buruk di Misano, Quartararo mengaku itu merupakan kesalahannya. Ia merasa masih harus banyak belajar.

“Banyak kesalahan yang saya buat. Pertama, start saya tak bagus. Saya sempat bersenggolan dengan Jack (Miller) di awal,” ujar Quartararo.

“Lalu saat saya di belakang Maverick (Vinales), saya bilang ‘saya bisa membalap lebih cepat’. Momen-momen ini bikin frustrasi, karena kamu tak menyalipnya, seperti dihalau.”

Ia lalu bisa menyalip rider Spanyol tersebut, namun saat hendak mengejar Miller, ia pun mengalami crash karena terlalu terburu-buru.

“Sayangnya saya membalap seolah-olah sudah di lap terakhir, padahal masih ada 19 lap lagi. Saya terlalu bersemangat, karena setelah menyalip Maverick, saya langsung bilang, ‘oke, saya perlu mengejar Jack’.”

“Lalu ban depan saya kepanasan dan tekanannya tinggi. Kesalahan kecil yang saya buat. Di tikungan tiga saya tergelincir, sedikit melebar di tikungan empat, saya lalu mencoba mengerem dengan pelan, tapi saya melebar dan kehilangan bagian depan,” kata Quartararo menjelaskan crash pertamanya.

“Sangat memalukan karena kami punya kecepatan untuk meraih kemenangan. Benar-benar bikin frustrasi, tapi setidaknya kami belajar sesuatu,” ujarnya.

Puncaki Klasemen Sementara MotoGP, Andrea Dovizioso Malah Frustasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here