Berita Liga Inggris – Jamie Vardy Pemain Leicester City tampil begitu mengesankan ketika melawan Manchester city. Striker Inggris itu mencetak hattrick dan memberikan kemenangan Leicester 5-2 atas Man City.

Hasil akhir sebetulnya tidak mencerminkan awal laga. Sebab, Man City sudah unggul pada menit empat lewat Riyad Mahrez, yang merupakan mantan pemain Leicester City. Akan tetapi, tim tamu mampu membalas pada menit 37 lewat penalti Jamie Vardy.

Penyerang berusia 33 tahun itu lantas mencetak dua gol lagi dalam rentang waktu empat menit. Gol kedua dicatatkan pada menit 54, sementara satu lagi lewat titik putih menit 58, yang sekaligus menggenapi hattrick.

Usai pertandingan, Jamie Vardy menyebut The Foxes berhasil mengacak-acak Man City secara taktik sepanjang 90 menit. Kendati kalah dalam penguasaan bola dan terus dalam keadaan tertekan, anak asuh Brendan Rodgers mampu melewati ujian itu dengan baik.

“Hasil yang bagus. Kami melawan dengan taktis hari ini ini,” papar Jamie Vardy, sebagaimana dilansir dari BBC, Senin (28/9/2020).

“Kami tahu ketika berhasil mendapat bola dan melewati tekanan mereka, kami bisa mendapat beberapa peluang. Kami hanya harus terus percaya,” imbuh top skor Liga Inggris 2019-2020 itu.

Kemenangan itu untuk sementara melambungkan Leicester City ke puncak klasemen Liga Inggris 2020-2021 hingga pekan ketiga. Klub yang bermarkas di Stadion King Power itu meraup nilai sempurna dari tiga pertandingan.

Jamie Vardy mengatakan, hal terpenting dari laga kontra Man City adalah memetik angka penuh. Ia gembira karena Leicester City meraih tiga angka itu dengan performa yang luar biasa. Terkait peluang bertahan di empat besar, Vardy berharap rekan-rekan setimnya bisa tampil konsisten.

“Hal utama adalah mendapatkan tiga angka dan kami sudah melakukannya lewat performa yang luar biasa. Walau begitu, ini hanya permulaan. Kami harus terus melaju dan menunjukkan performa seperti ini secara konsisten,” tutup Jamie Vardy.

Leicester City jelas harus belajar dari pengalaman pada Liga Inggris 2019-2020. Mereka mampu melesat pada paruh pertama musim, tetapi perlahan mengendur memasuki Januari 2020. Akibatnya, Leicester City terlempar dari posisi empat besar dan harus puas finis di urutan lima.

Hanya Bisa Main Imbang, Kali Ini Lampard Salahkan Lini Belakang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here