Liga Spanyol – Barcelona memang sangat terdampak pandemi virus corona. Keuangan klub berdarah-darah sehingga harus memotong gaji pemainnya sampai 70 persen musim lalu.

Krisis itu berlanjut musim ini setelah Barcelona kembali memotong gaji pemainnya hingga 20-30 persen. Sebab, pemasukan klub dari penjualan tiket dan merchandise sangat terhambat.

Sudah ada empat pemain yang setuju dipotong gajinya seperti Marc-Andre ter Stegen, Frenkie de Jong, Clement Lenglet, dan Gerard Pique. Tapi, masih ada banyak pemain yang belum mau dipangkas termasuk sang kapten Lionel Messi.

Nah, Barcelona punya tenggat waktu hingga 5 November untuk bisa memangkas budget gaji hingga 190 juta euro. Jika gagal, maka Barcelona akan dinyatakan bangkrut pada Januari.

Ternyata, setelah tenggat itu dilewati, Barcelona belum juga bisa merayu para pemainnya agar mau dipotong gaji. Alhasil, klub akan memperpanjang deadline hingga 23 November untuk proses negosiasi pemotongan gaji tersebut.

“Hari ini, 11 November, setelah melalui beberapa kali pertemuan yang intens, dan negosiasi yang melelahkan, seluruh pihak sepakat menyudahi proses pembicaraan tanpa ada kesepakatan yang dicapai,” ujar pernyataan resmi klub.

“Mengingat seluruh proses negosiasi yang ditunjukkan oleh semua pihak untuk dimengerti, termasuk penundaan pengembalian gaji penuh, dan ada banyak kesulitan yang berhasil diatasi dalam beberapa hari lalu.”

“Semua pihak sepakat untuk memundurkan deadline menjadi 23 November, agar bisa memikirkan dengan matang opsi yang akan diterima oleh semuanya,” sambungnya.

Sampai saat ini Lionel Messi jadi penerima gaji tertinggi sekitar 500 ribu paun per pekannya, disusul Antoine Griezmann dengan 294 ribu paun per pekan lalu, lalu disusul Philippe Coutinho dengan 180 ribu paun per pekan.

Yang jadi persoalan adalah pemain seperti Griezmann dan Messi belum bisa memberikan kontribusi besar untuk klub meski sudah digaji tinggi di Barcelona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here