Paolo Ciabatti Balas Tuduhan Sotner Soal Ducati Tak Pernah Turuti Kemauan Ridernya

0
241

MotoGP | Sepakbola.id – Paolo Ciabatti direktur dari DUcati Corse memberikan jawaban atas tuduhan yang diberikan Casey Stoner, bahwa timnya tak pernah sama sekali mendengarkan masukan dari para ridernya. Ciabatti mengatakan bahwa Ducati selalu menghormasi segal masukan dari pada ridernya. Sebagaimana diketahui, belum lama ini Tim Ducati memang mendapatkan kritikan dari Stoner. Ya, Stoner menyatakan bahwa Tim Ducati tidak pernah benar-benar mendengarkan masukan dari pembalapnya dalam upaya pengembangan Desmosedici.

Padahal menurut Stoner, pembalap merupakan sosok yang paling mengetahui dan merasakan jika ada yang tidak berjalan baik pada Desmosedici. Pernyataan Stoner itu juga sama seperti yang diutarakan oleh Andrea Dovizioso.

Ya, Dovizioso juga mengaku sangat kecewa dengan sikap Tim Ducati yang tidak pernah mendengarkan masukannya. Bahkan gara-gara perihal tersebut, Dovizioso pun akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang durasi kontraknya bersama Tim Ducati yang usai di akhir tahun lalu.

Pernyataan yang diutarakan oleh Dovizioso dan Stoner pun membuat posisi manajemen Tim Ducati tersudutkan. Bahkan tidak sedikit penggemar yang mengkritik sistem kerja yang dianut Tim Ducati pada saat ini.

Ciabatti pun lantas coba meluruskan tuduhan-tuduhan yang disematkan oleh Dovizioso dan Stoner kepada Tim Ducati. Ya, Ciabatti membantah bahwa Tim Ducati tidak pernah mendengarkan masukan dari para pembalapnya.

“Kami menghormati Casey. Kami mempunyai hubungan yang sangat baik, dan tak diragukan lagi betapa berartinya sosok Casey bagi Ducati dan penggemarnya,” kata Ciabatti, sebagaimana dilaporkan oleh GPOne, Kamis (14/1/2021).

“Akan tetapi kami (Tim Ducati) mempunyai sejarah panjang di MotoGP, dan saya merasa sangat yakin bahwa kami selalu memperlakukan semua pembalap dengan rasa hormat,” sambung pria berkebangsaan Italia tersebut.

“Kami telah memberikan semua materi yang mereka butuhkan, baik dari sisi teknis maupun sisi moral, demi meraih target bersama. Kadang, pembalap dan pabrikan tak melihat situasi dengan cara yang sama, hingga akhirnya perpisahan menjadi hal yang traumatis.”

“Kami menyadari betul bahwa setiap perpisahan bisa dilakukan lebih baik, dan memang penting mengkritik diri sendiri, namun banyak orang dari luar yang tak memiliki semua informasi untuk melihat evaluasi kami,” tuntasnya.

Kenapa Petrucci Selalu Gagal Gabung Aprilia, Ini Alasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here