Berita MotoGP – Alex Marquez mendapatkan beberapa tantangan setelah dia berhasil dua kali beruntun naik podium MotoGP 2020. Dia ditantang untuk bisa kembali naik podium di MotoGP teruel 2020. Tampil sebagai satu dari tiga rookie di kelas MotoGP musim ini, kemampuan Alex Marquez sempat dipertanyakan karena tak kunjung memperlihatkan performa sip.

Predikat Alex Marquez sebagai juara dunia Moto2 2019, ditambah dengan kehadirannya di tim pabrikan macam Repsol Honda, plus sosoknya sebagai adik Marc Marquez, memang bikin ada banyak ekspektasi terhadap dirinya.

Sudah begitu, banyak pula yang menantikan seperti apa aksi Alex Marquez di MotoGP mengingat cuma musim ini ia tampil di tim pabrikan Repsol Honda. Musim depan, ia akan didemosi ke tim satelit LCR Honda dan posisinya digantikan Pol Espargaro.

Alex Marquez lalu mengawali musim dengan finis ke-12 dan kedelapan di Jerez. Hasil itu dilanjutkan dengan rangkaian finis di posisi ke-15, 14, 16, dan 17. Sempat pula ia finis ketujuh di MotoGP Emilia Romagna, tapi meluncur lagi ke-13 di Catalunya.

Tapi saat publik mulai beranggapan bahwa keputusan Repsol Honda tak lagi memakainya musim depan memang tepat, Alex Marquez mulai menggebrak. Ia finis kedua dalam race basah MotoGP Prancis 2020 dan finis kedua lagi di balapan kering MotoGP Aragon 2020.

Alex Marquez seketika jadi buah bibir secara positif. Bukan cuma hasil-hasil bagus lewat dua podium beruntun, aksinya di lintasan dapat pujian. Dengan performa saat ini, bukan tak mungkin AM73 merangkai hat-trick podium di MotoGP Teruel 2020 akhir pekan ini.

“Aku amat menantikan untuk melaju lagi di Aragon setelah akhir pekan yang oke di akhir pekan lalu. Kami harus bekerja keras karena aku pikir banyak rider lain yang akan membuat kemajuan, seperti yang sudah aku lakukan, untuk balapan kedua,” kata rider 24 tahun itu seperti dilansir Crash.net.

“Targetnya tetaplah sama: mengerjakan rencana kami dan berusaha membuat langkah lanjutan dalam kualifikasi. Kami memang sudah bisa menembus Q2, tapi masih ada yang perlu dilakukan. Jika kami bisa terus lanjut seperti yang terjadi dalam balapan-balapan terakhir, aku akan amat senang,” ucap Alex Marquez.

Merujuk statistik Alex Marquez dalam kejuaraan dunia grand prix sejauh ini, gebrakannya dalam dua race terakhir sejatinya juga tak kelewat mengejutkan. Ia terindikasi punya kecenderungan lambat ‘panas’.

Sejak turun di Moto3 pada 2012 dan beraksi penuh di kelas itu pada musim berikutnya, Alex Marquez baru bisa naik podium di seri kesembilan. Tapi setelah itu bisa merangkai hat-trick podium di seri ke-11, 12, dan 13, sebelum meraih kemenangan perdana di seri ke-16. Di Moto3 2014, momentum itu terus berlanjut sampai akhirnya diakhiri dengan predikat juara dunia.

Kariernya di Moto2 (2015-2019) juga punya kecenderungan lambat ‘panas’ yang serupa. Alex Marquez bahkan baru bisa meraih podium perdana di kelas itu menjelang bagian akhir musim keduanya. Di musim ketiga dan keempat, ia mulai rutin naik podium teratas dengan momentum itu mencapai klimaksnya saat jadi juara dunia di musim terakhir Alex Marquez pada kelas Moto2.

Dovizioso Janji Tampil Lebih Dominan Di MotoGP Teruel 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here