Berita MotoGP – Rider Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso memang salah satu rider yang telat bersinar. Dia baru saja menemukan performa terbaiknya di usia 30 tahunan. Dovizioso sejatinya telah berlaga di ajang balap MotoGP sejak 2008, yakni ketika usianya masih 21 tahun. Meski begitu, Dovizioso selalu gagal menampilkan performa yang kompetitif. Pembalap asal Italia itu baru bisa terlibat dalam perburuan gelar juara dunia sejak dua tahun silam, yakni pada musim balap MotoGP 2017, di mana dirinya menjadi runner-up kejuaraan.

Sejak saat itu, nama Dovizioso baru mulai diperhitungkan sebagai salah satu pembalap yang bertarung memperebutkan gelar juara dunia. Kendati demikian, harus disayangkan karena pada akhirnya ia selalu kalah saing dari pembalap Repsol Honda, Marc Marquez.

Kendati demikian, Dovizioso pantang untuk menyerah. Dengan tegas ia mengatakan bahwa dirinya akan selalu membidik gelar juara dunia. Ditambah lagi, kini mimpinya sejak kecil telah terwujud, yakni untuk mengendarai motor balap Italia, yang membuatnya kian bersemangat.

“Saya seorang pembalap Italia dengan sepeda motor Italia: Saya memenuhi impian yang saya miliki sebagai seorang anak, dan saya menunjukkannya kepada para penggemar kapan pun saya bisa. Dukungan luar biasa mereka membantu saya menjadi lebih rileks. Nyanyian dan bendera dengan nomor saya di arena balap dunia adalah kepuasan yang luar biasa,” terang Dovizioso, menyadur dari Speedweek, Jumat (23/10/2020).

“Tujuan saya adalah Untuk mendapatkan gelar di kelas utama, tentu saja. Saya telah mengemudi untuk Ducati sejak 2013, kami sekarang adalah tim yang terlatih dan cara kerja kami terus berkembang. Kami hampir mencapai gelar juara dunia pada 2017,” pungkas pembalap berjuluk Desmo Dovi itu.

Jadi Tumpuan Repsol Honda, Alex Marquez Akui Tertekan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here