Berita MotoGP – Dalam beberapa race terakhir Rider Suzuki Ecstar Joan Mir tampil cukup bagus dan stabil. Meskipun dia belum pernah sama sekali meraih kemenangan musim ini.

Mir kini berada di posisi keempat klasemen sementara dengan nilai 80 dari 7 balapan. Ia tertinggal tiga angka dari Maverick Vinales dan Fabio Quartararo serta empat angka dari Andrea Dovizioso.

Masuknya Mir dalam konstelasi calon juara dunia musim ini jelas tak diprediksi sebelumnya. Apalagi ia sempat gagal finis dua kali dalam tiga balapan pertama.

Meski begitu, Mir perlahan menunjukkan konsistensinya. Meski sempat crash dua kali, ia selalu mampu finis lima besar di lima balapan lainnya. Ia bahkan sudah tiga kali naik podium, yakni dua kali finis sebagai runner-up (MotoGP Austria dan MotoGP Emilia Romagna) dan sekali ada di urutan ketiga (MotoGP San Marino).

Hasil itu berbeda dengan tiga rider lain yang ada di atasnya. Performa Quartararo, Vinales, dan Dovizioso masih naik turun, meski sudah pernah meraih kemenangan. Mereka juga punya masalah dengan motor masing-masing.

Hal itu tak dialami Mir, yang dengan motor GSX-RR miliknya mampu melaju cepat. Bahkan Quartararo sampai memuji kualitas motor Mir yang dianggapnya ‘sempurna’.

Melihat peta persaingan saat ini, Mir yang awalnya tak begitu memikirkan kini mulai optimis bisa finis teratas. Ia cuma perlu mempertahankan performanya saat ini, kalau bisa melebihinya.

“Saya tentu tak menduganya,” kata Mir soal dirinya yang menjadi calon juara, dikutip The Race.

“Tapi setelah balapan di Austria, di mana saya sangat kompetitif di sana dan sempat naik podium, saya jadi percaya diri bisa meraih lebih dari sebelumnya. Susah mempertahankan konsistensi seperti ini, tapi itulah tujuan saya sampai akhir musim.”

“Saya merasa sedang bersaing meraih gelar juara dunia. Saya tak begitu memperhatikannya karena masih ada banyak poin tersisa, tapi benar kami sudah setengah jalan dan rasanya musim ini baru dimulai di sini.”

“Di posisi empat besar, perolehan poinnya bisa dibilang sama. Mari kita lihat apakah kami bisa menjaga konsistensi sampai balapan terakhir,” tegas rider 23 tahun itu.

Terakhir kali Suzuki meraih juara dunia di kelas primer terjadi pada 2000 lalu lewat Kenny Roberts Jr, saat masih di kelas 500cc. Bisakah Mir memutus dahaga juara? Hal itu harus dibuktikan mulai balapan selanjutnya, yakni MotoGP Catalunya yang digelar Minggu (27/9/2020).

Carlo Pernat Akui MotoGP Tahun Ini Paling Seru Dalam 40 Tahun Terakhir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here