Demi Joan Mir, Suzuki Abaikan Lorenzo

0
1084
Joan Mir

MotoGP | Sepakbola.id – Davide Brivio mantan Direktur Suzuki Ecstar mengatakan bahwa sebenarnya mereka punya kesempatan merekrut Jorge Lorenzo namun tak jadi dan lebih memilih Joan Mir. Namun ternyata perjudian ini berhasil bagi Suzuki. Pada 2019, Tim Suzuki memang melakukan sebuah keputusan berani dengan menggaet Mir sebagai pembalap mereka. Padahal pada saat bersamaan, Tim Suzuki memiliki kesempatan untuk merekrut pembalap sekaliber Lorenzo.

Banyak yang mempertanyakan keputusan Tim Suzuki merekrut Mir pada saat itu. Terlebih, Mir sendiri memang belum terlalu teruji sebagai pembalap yang dapat menjadi andalan, dengan hanya finis di posisi keenam pada Moto2 2018.

Akan tetapi nyatanya keputusan Tim Suzuki merekrut Mir membuahkan hasil di MotoGP 2020. Ya, siapa yang menyangka bahwa Mir merupakan pembalap yang pada akhirnya menyudahi penantian panjang Tim Suzuki untuk menjadi juara dunia.

Brivio sendiri tidak menampik bahwa dirinya beserta Tim Suzuki memang melakukan sebuah perjudian kala merekrut Mir. Terlebih di saat bersamaan, Tim Suzuki memiliki peluang untuk memiliki pembalap seperti Lorenzo di paddock mereka.

Brivio pun mengaku sangat bersyukur bahwa keputusan berani Tim Suzuki tersebut nyatanya membuahkan hasil positif. Brivio sendiri mengakui bahwa Mir memang merupakan pembalap yang tepat bagi Tim Suzuki.

“Pada 2018, kami harus memutuskan tim untuk 2019. Proyek (Joan) Rins berjalan dengan baik, rider muda bertalenta sukses berkembang, dan kami punya gagasan untuk menjajalnya lagi dengan rider muda lainnya,” kenang Brivio, seperti disadur dari Motorsport Total, Minggu (28/2/2021).

“Kami pikir, ‘Usai (Maverick) Vinales dan Rins, mari kita coba satu lagi’. Joan menjuarai Moto3 dengan 10 kemenangan, dan ini bikin saya takjub. Kala itu, kami juga punya opsi menggaet Jorge. Jadi, kami harus pilih salah satu,” sambungnya.

“Tapi ini bukan soal memilih pembalap, melainkan memilih filosofi dan arah mana yang ingin kami tuju: kerja bareng veteran seperti Jorge, atau mengembangkan pembalap muda? Joan suka Suzuki, tapi manajernya bilang ada masalah, karena ia punya opsi dengan Honda.”

“Jadi, saya bertanya langsung pada Joan, ‘Apa Anda tertarik pada Suzuki, tidak peduli Anda mempunyai opsi dengan Honda? Apabila Anda memang harus memilih antara Suzuki atau Honda, ke mana Anda akan pergi?”

“Joan pun bilang, ‘Saya ingin pergi ke Suzuki, karena saya rasa Suzuki motor yang cocok dengan gaya balap dan tubuh saya,’ dan saat ia bilang begitu, mata saya langsung terbelalak dan saya berpikir dia merupakan pembalap yang tepat untuk kami,” tuntas pria asal Italia tersebut.

Petronas Yamaha SRT siap mengembalikan Valentino Rossi ke podium MotoGP