Chelsea bisa sesukses dan Liverpool dan Bayern Munich saat memainkan high pressing

0
700
Chelsea

Liga Inggris – The Blues belum terkalahkan dengan high pressing ala Thomas Tuchel.

Tuchel membangkitkan Chelsea sejak mengambil alih kursi manajer dari Frank Lampard pada Januari lalu. The Blues tak pernah kalah dalam 11 laga bersama manajer asal Jerman. Mereka menang delapan kali dan imbang tiga kali.

Terakhir, Chelsea berhasil mengalahkan Everton 2-0 di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Inggris, Selasa (9/3/2021) dini hari WIB. Hasil ini memantapkan Tim London Biru di peringkat keempat dengan raihan 50 poin.

Tuchel juga berhasil menorehkan rekor usai mengantarkan timnya tak kebobolan saat menghadapi The Toffees. Ia manajer pertama di Inggris yang mencatatkan clean sheets di lima laga kandang pertamanya secara berturun.

Chelsea memang begitu sulit ditembus usai ditukangi Tuchel dengan baru kebobolan dua gol. Strategi high pressing yang diterapkan mantan pelatih PSG ini menjadi kunci torehan impresif Chelsea tersebut.

Bek Chelsea yang juga kompatriot Tuchel, Antonio Ruediger, bahkan menilai Chelsea berpeluang sesukses Liverpool dan Bayern Munich yang juga bermain dengan high pressing. Tuchel punya kesamaan dengan manajer Liverpool, Juergen Klopp dan pelatih Bayern, Hansi Flick yaitu sama-sama berasal dari Jerman.

Ruediger mengatakan Jerman sudah sangat identik dengan high pressing. Itu artinya Tuchel jelas paham betul bagaimana penerapan taktik ini agar optimal di Chelsea.

“Ketika sebuah tim bisa menjagamu untuk tetap bermain di wilayah sendiri. Maka akan sangat sulit untuk melewati garis tengah,” ujar Ruediger dikutip dari Dailystar.

“Liverpool melakukan ini dengan sangat baik dalam beberapa tahun terakhir karena Klopp. Di Jerman banyak tim bermain seperti ini. Bayern Munich juga.”

“Mereka selalu memainkan counter press. Dalam lima detik setelah Anda kehilangan bola, Anda harus merebutnya kembali. Ruang kemudian menjadi lebih terbuka dan bisa membuat lebih dekat dengan gawang.

“Anda tidak berlari lebih dari 70 meter untuk mendekati gawang karena Anda sudah berada di sana. Saya pikir Anda dapat melihat hasilnya dengan di timnas Jerman -memenangi Piala Dunia 2014,” tambahnya.