Berita MotoGP – Rider garang dari Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir memberikan cerita tentang momen – momen dramatis ketika dia berdual dengan sang legenda Valentino Rossi di MotoGP san Marino 2020. Menurutnya duel tersebut banyak menguras mentalnya ketika itu.

Seperti diketahui, drama menegangkan terjadi ketika Valentino Rossi sejatinya nyaris meraih podium ketika tampil di balapan kandangnya, di Sirkuit Misano. Akan tetapi, harapan para penggemar untuk melihat VR46 naik podium menjadi pupus ketika Mir menikungnya pada lap terakhir.

Kala itu, Mir berhasil menyalip Valentino Rossi untuk memastikan tempat ketiga di MotoGP San Marino 2020. Sementara, Valentino Rossi harus mengubur mimpinya untuk meraih podium kembali setelah finis di posisi keempat.

Rins sendiri mengaku hanya mencoba untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk meraih prestasi di MotoGP San Marino 2020. Bahkan ia sendiri sempat takut aksinya menjadi gagal jika Valentino Rossi tidak memberinya jalan ketika berhasil menikungnya di detik-detik akhir.

“Pada tikungan 10 saya harus memanfaatkan kecepatan yang saya miliki di sana, jadi saya mencoba mempersiapkan umpan,” ungkap Mir, mengutip dari GP One, Jumat (18/9/2020).

“Saya siap mengambil peluang apa pun yang akan ia (Valentino Rossi) berikan kepada saya, dan ia melakukannya. Ia membuka jalurnya sedikit dan cukup bagi saya untuk melakukannya. Jadi saya melepaskan rem sedikit dan masuk ke bawahnya,” tambahnya.

“Tetapi, ketika saya melakukannya, saya berkata di kepala saya ‘tolong jangan tutup jalurnya’ karena kita berdua bisa saja berakhir di aspal,” lanjutnya.

“Kemudian saya tahu bahwa saya harus mengambil motor dengan cepat dan menjaganya tetap stabil di sektor terakhir, dan upaya saya membuahkan hasil karena di lap terakhir saya, saya melakukan waktu terbaik pribadi saya di sektor empat. Bahkan lebih cepat dari putaran kualifikasi,” sambungnya.

Setelah berhasil memenangi persaingan kontra Valentino Rossi, Mir berhasil mendekati Francesco Bagnaia yang berada di urutan kedua. Sayangnya, Mir tidak ingin mengambil risiko besar dan hanya berusaha mendorong motor secara maksimal untuk finis di posisi tiga besar.

“Ketika saya mendekati Bagnaia di dua tikungan terakhir, saya menyadari bahwa ia melambat. Tetapi sudah terlambat untuk mencobanya. Jika saya tahu itu atau menyadari lebih awal, pasti saya akan bersiap menyalip, tetapi pada saat itu terlalu berisiko,” pungkasnya.

Pol Espargaro Tak Mau KTM Diremehkan Di MotoGP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here