Diogo Jota

Liga Inggris – Diogo Jota mengakui bahwa dirinya merasa ada kepahitan meski ia sukses tampil luar biasa di awal kariernya bersama The Reds.

Pada jendela transfer musim panas kemarin, Liverpool merekrut Jota dari Wolverhampton dengan biaya transfer yang ditaksir mencapai 45 juta poundsterling termasuk bonus.

Diogo Jota pun langsung menunjukkan performa luar biasa bersama Liverpool. Sejauh ini pemain internasional Portugal itu sudah menyumbang tujuh gol bagi The Reds.

Terlepas dari impresifnya penampilan Jota di awal musim ini, pemain 23 tahun itu mengaku ada rasa pahit yang ia rasakan karena tak bisa bermain di depan suporter.

“Ketika saya pertama kali menandatangani kontrak di Anfield, saya ditanya apa perasaan saya dan saya berkata, agar itu sempurna, saya harus bermain di stadion penuh [penonton] untuk mendapatkan perasaan yang lebih istimewa,” ujar Diogo Jota kepada TVI.

“Rasanya pahit tidak bisa merasakan atmosfer Anfield.” tambahnya. Lebih lanjut, Jota mengaku bahwa dirinya belum mau memikirkan masa depan dalam jangka panjang meski banyak pihak meyakini bahwa ia akan menjadi bagian penting Liverpool dalam beberapa musim ke depan.

“Saya mencoba untuk tidak memikirkan masa depan secara jangka panjang. Saya datang ke sini untuk melakukan yang terbaik, saya tidak bertujuan untuk apa pun secara khusus dan jika demikian, tidak ada kekecewaan atau kejutan,” tutur Jota.

“Saya berada di salah satu tim terbaik di dunia, jika bukan yang terbaik, jadi saya harus memanfaatkannya. Dan menatap ke depan, jika saya fokus, saya tahu bahwa saya akan memiliki banyak peluang,” imbuhnya.

“Liverpool memiliki para pemain hebat dan saya datang ke sini untuk menjadi satu pemain hebat lagi dan membantu memenangkan gelar – terutama karena saya tidak memiliki sebanyak mereka!” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here