Berita MotoGP – Mantan Rider Ducati Casey Stoner memberikan komentar soal bakal hengkangnya rider Ducati Andrea Dovizioso dari Ducati. Stoner yakin bahwa petinggi bakal menyesal jika Dovi sampai jadi pergi dari tim tersebut.

Sebagaimana diketahui, masa depan Dovizioso bersama Tim Ducati memang sudah terjawab. Ya, DesmoDovi –julukan Dovizioso– telah memilih untuk tidak menambah durasi kontraknya bersama Tim Ducati yang bakal kadaluwarsa pada akhir tahun ini.

Keputusan Dovizioso meninggalkan Tim Ducati sendiri memang mengejutkan banyak pihak. Terlebih Dovizioso sendiri memang berstatus sebagai pembalap utama Tim Ducati dalam beberapa musim terakhir.

Kondisi tersebut lantas memunculkan berbagai pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya membuat Dovizioso memilih hengkang dari Tim Ducati di akhir musim ini. Banyak yang memprediksi bahwa keputusan Dovizioso hengkang dari Tim Ducati, lantaran tuntutan gaji besarnya tak dapat dipenuhi.

Sejauh ini terdapat Tim Aprilia Gresini yang kabarnya tertarik untuk merekrut Dovizioso. Terlebih, Tim Aprilia sendiri memang butuh pembalap handal sebagai tandem Aleix Espargaro, mengingat Andrea Iannone saat ini tengah menjalani hukuman larangan tampil di dunia balap akibat kasus doping.

Stoner pun lantas memberikan tanggapannya terkait hengkangnya Dovizioso dari Tim Ducati di MotoGP 2021. Pria berkebangsaan Australia tersebut percaya bahwa Tim Ducati bakal mengalami banyak kesulitan di MotoGP 2021, karena ketidakhadiran Dovizioso di paddock mereka.

Terlebih, Dovizioso sendiri mampu tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap terbaik di Tim Ducati pada MotoGP musim ini dengan berada di puncak klasemen sementara. Meski Dovizioso sendiri kurang begitu mengesankan di MotoGP 2020.

“MotoGP bukan balap mobil, di mana Anda duduk dan Anda hanya punya beberapa elemen tertentu seperti setir, rem, dan gas. Motor berbeda, posisi rider bisa berubah setiap kali motornya bergerak,” jelas Stoner, seperti disadur dari GPOne, Jumat (9/10/2020).

“Jadi, jika mereka punya pembalap yang sangat baik menyediakan info macam itu seperti Andrea, harusnya mereka mendengarkannya. Ini hal besar yang bikin Andrea tak senang. Bertahun-tahun mereka hanya memikirkan data, semua hanya soal mesin dan aerodinamika,” lanjutnya.

“Semua diputuskan oleh satu pihak. Ducati sangat dekat dengan kata ‘fantastis’, tapi selalu kehilangan satu hal fundamental, dan itu adalah performa menikung. Padahal itu hanya bisa didapatkan dari pembalap dan performa sasis,” tuntas pria berjuluk The Kuri-Kuri Boy tersebut.

David Munoz Salah Satu Montir Andalan Rossi, Kini Jadi Ketua Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here