Bola Dunia – Toni Kross melayangkan kritikan keras kepada federasi sepak Bola Eropa EUFA dan FIFA karena ingin menggelar beberapa turnamen baru lagi. Menurut Kross kedua federasi sepak bola tersebut menganggap pemain hanya seperti boneka. Sebuah turnamen bertajuk Liga Super Eropa tengah digodok oleh UEFA. Sementara itu, FIFA sudah memutuskan untuk menambah peserta Piala Dunia mulai edisi 2026 dari 32 menjadi 46 negara. Perubahan format itu diyakini bakal menambah keseruan turnamen empat tahunan tersebut.

Turnamen baru yang digagas UEFA berpotensi membuat jadwal tanding di level klub semakin padat. Belum lagi, saat ini para pesepakbola harus bergelut dengan jadwal padat musim 2020-2021 sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Ide untuk menggelar turnamen baru itu dikecam keras oleh Toni Kroos. Pesepakbola yang akan ikut membela Tim Nasional (Timnas) Jerman di UEFA Nations League itu menuding kedua lembaga itu hanya ingin menghisap uang sebanyak-banyaknya.

“Dengan pembentukan turnamen-turnamen baru, kami hanya seperti boneka saja bagi FIFA dan UEFA. Kompetisi-kompetisi ini dibentuk untuk menghisap tenaga kami pesepakbola dan juga meraup sebanyak mungkin uang,” tuding Toni Kroos, melansir dari Goal, Rabu (11/11/2020).

“Ketika hal-hal tertentu sudah berjalan dengan baik, sudah sepantasnya dibiarkan berjalan seperti apa adanya saja,” imbuh pesepakbola berusia 30 tahun tersebut.

Saat ini saja, pesepakbola profesional seperti Toni Kroos bisa melahap lebih dari 50 pertandingan dalam semusim di level klub dan tim nasional. Dengan tuntutan yang semakin tinggi untuk berprestasi dari pemilik klub atau ketua federasi sepakbola lokal, maka pesepakbola lah yang paling merasakan tekanan mental.

Barcelona Belum Sepakat Soal Pemotongan Gaji Pemainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here